Event untuk Calon Arsitek Masa Depan!

Minggu pagi tanggal 13 Juni 2010, ratusan anak-anak beserta para orang tua memadati Taman Sari Kota Banda Aceh, lokasi kegiatan wisuda siswa/siswi PAUD dan TK Bayyinah Aceh. Seperti tahun sebelumnya, pada kegiatan wisuda tahun ini juga diselenggarakan perlombaan menyusun balok dengan tema “Aku Ingin Menjadi Arsitek”. Peserta lomba menyusun balok adalah tim yang terdiri atas anak dan orang tua atau walinya. Balok-balok yang digunakan dalam perlombaan ini sedikit berbeda dengan yang ada di sekolah-sekolah karena lebih komplek. Kegiatannya sangat menarik! Saya yang saat itu mewakili Mercy Corps (salah satu sponsor), menyempatkan diri berkeliling untuk mengamati anak-anak yang sedang sibuk membangun jembatan, perumahan, dan gedung bertingkat dari balok-balok yang di-supply oleh Bayyinah Business Centre, divisi bisnis Yayasan Bayyinah. Lomba menyusun balok merupakan salah satu metode belajar alternative yang sangat tepat untuk merangsang perkembangan saraf sensorik dan motorik anak. Perlombaan ini tidak saja mengajarkan tentang kerja sama tim namun juga mengajarkan kepada anak-anak tentang bagaimana membaca gambar kerja, mengikuti instruksi dan menempatkan objek secara tepat.


Ibu-ibu Belajar Nutrisi di TK

Bukan rahasia lagi bahwa asupan makanan yang bergizi sangat penting untuk menunjang pertumbuhan fisik maupun perkembangan otak anak. Pemberian makanan tambahan yang bergizi akan memberikan anak cukup energi untuk mengikuti proses belajar di rumah dan sekolah. Bekerja sama dengan departemen nutrisi Mercy Corps, PAUD mengadakan kegiatan parenting dengan mengundang orang tua/wali murid pada tanggal 2010 untuk mendengarkan pemaparan tentang nutrisi anak. Melalui kegiatan ini diharapkan orang tua menjadi lebih kenal dengan makanan yang biasa dikonsumsi anak, mendorong agar anak lebih menyukai makanan alami dan membatasi makanan yang banyak mengandung zat aditif. Dengan metode curhat, ibu-ibu yang hadir mendapatkan banyak informasi tentang food safety, mitos-mitos seputar makanan dan berbagi solusi terhadap berbagai permasalahan terkait dengan perilaku makan anak. Berdasarkan hasil pre dan pos-test yang dilakukan pada akhir sesi kegiatan, diketahui bahwa pengetahuan ibu-ibu yang ikut dalam kegitan ini meningkat sebesar 16 persen.

Sementara para orang tua sedang mendengarkan pemaparan tentang nutrisi, selama kurang lebih 2 jam anak-anak diajak untuk mengikuti lomba mewarnai buah-buahan dan mendengarkan cerita. Pada kesempatan ini, anak-anak diperkenalkan dengan berbagai macam buah-buahan, kandungan gizi dan manfaatnya bagi tubuh. Melalui kegiatan ini diharapkan anak-anak menjadi lebih cerdas dalam memilih makanan yang dimakannya, sehingga perilaku makan anak berubah menjadi lebih sehat. Pre dan post test juga dilakukan untuk mengukur seberapa baik metode ajar yang digunakan dan seberapa baik anak-anak memahami pesan yang disampaikan. Tentu saja pre dan post test yang diberikan sedikit berbeda, tidak secara tertulis tetapi melalui tanya jawab langsung. Hasilnya, pengetahuan anak-anak tentang pola makan yang baik meningkat dari sebelumnya. (mr)

Waktunya Unjuk Prestasi!

Seratusan anak-anak dari 10 PAUD ini sedang melakukan senam pagi. Anak-anak ini datang untuk mengikuti berbagai perlombaan yang diselenggarakan oleh PAUD Generasi Nangroe bekerja sama dengan PLBLS Disdikpora Kota Banda Aceh, diantaranya lomba mewarnai, lomba menendang bola, lomba tarik tambang, dan lomba memindahkan tutup botol dengan jepitan kue. Tak ketinggalan, tentunya penampilan tari daerah yang ditampilkan oleh PAUD Generasi Nangroe sebagai tuan rumah.

Menarik bagi saya karena di setiap perlombaan seperti ini, team kreatif dari PLBLS selalu punya permainan baru yang menantang untuk menguji kemampuan motorik dan sensorik anak. Contohnya lomba memindahkan tutup botol dengan jepitan kue. Lomba ini sebelumnya sedikit diperdebatkan oleh para guru karena dinilai terlalu sulit, namun team kreatif dari PLBLS mampu meyakinkan para guru bahwa anak-anak pasti bisa dan anak-anak memang bisa. Lihat saja salah satu peserta yang telah berhasil memindahkan lebih dari 15 tutup botol dalam waktu 7 menit.

Kegiatan lainnya yang tak kalah penting adalah sosialisasi tentang bahaya gula-gulaan bagi kesehatan anak, terutama kesehatan gigi dan obesitas. Di awal acara, panitia membagi-bagikan 1 permen kepada setiap anak. Lho kok? Tetapi bukan untuk dimakan, melainkan untuk ditukarkan dengan hadiah di akhir kegiatan. Panitia menjelaskan tentang bahaya permen bagi kesehatan dan meinta anak untuk tidak memakan dan tetap menyimpan permen yang diberikan karena pada akhir acara akan ditukarkan dengan hadiah. Alhasil, 99 persen dari anak yang diberikan permen tidak memakan dan tetap menyimpan permen yang diberikan. Saya sangat senang dengan temuan ini, ternyata sebagian besar anak sudah pintar untuk memilih mana yang lebih menguntungkan bagi mereka. Lihat saja foto disamping. Panitia sedang memeriksa apakah anak masih menyimpan permen untuk kemudian menukarkannya dengan hadiah.

Saya melihat bahwa melalui kegiatan yang dilakukan secara bersama, para pendidik dapat menilai kemampuan peserta didiknya serta dapat membandingkannya dengan kemampuan peserta didik dari PAUD lain, sehingga dapat menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas dalam melaksanakan tugas sebagai tenaga pendidik. Ayo PLBLS gali terus... jangan sampai kehabisan ide kreatif! (mr)

Kampanye Balita Kebal dan Gebyar Kreativitas PAUD

Kampanye Balita Kebal dan Gebyar Kreativitas PAUD yang diselenggarakan oleh PAUD Jasa Gure Banda Aceh bekerja sama dengan PLBLS Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh dan Mercy Corps Aceh dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional terlaksana dengan sukses. Sebanyak 63 dari 64 PAUD di Banda Aceh mengirimkan delegasinya untuk ikut berpartisipasi secara aktif pada kegiatan ini, totalnya hampir 1,500 anak. Sangking banyaknya anak yang mendaftar dan pengunjung yang hadir, panitia sampai harus membagi jadwal kegiatan menjadi dua sesi, yaitu pagi dan siang. Acara yang diselenggarakan pada tanggal 17 Februari 2010 ini hanya berlangsung satu hari, dari pukul 08.00 s/d 18.00 WIB di AAC Dayan Dawood, Banda Aceh.

Acaranya sangat menarik. Anak-anak dengan didampingi oleh guru dan orang tua, sangat bersemangat dalam mengikuti berbagai kegiatan dan perlombaan. Pada kesempatan tersebut, diadakan kegiatan senam dan makan telur ayam rebus bersama oleh lebih dari 500 anak. Asisten I Walikota Banda Aceh yang hadir untuk membuka kegiatan ini sampai tertawa geli melihat ratusan anak makan telur bersama. Telur-telur tersebut dibawa sendiri oleh masing-masing PAUD di dalam wadah yang telah dihias dan unik-unik. Untuk mengapresiasikan telur-telur hias yang dibawa oleh masing-masing PAUD, PT. Global Entreprise Technology yang ikut berpartisipasi di dalam kegiatan ini menyediakan 1 unit komputer sebagai hadiahnya.

Kegiatan lainnya yang diperlombakan adalah lomba menari dan menyanyi, totalnya 63 pertunjukan. Alhasil, berbagai polah dan tingkah anak-anak yang lucu, gemesin, dan mengagumkanlah yang saya temui di atas panggung. Salah satu PAUD yang tampil pada hari itu sangat berkesan bagi saya, anak-anak itu mempertunjukkan musik yang sangat harmonis dengan instrumen dari barang-barang bekas seperti botol, galon aqua, dll. Ternyata kreativitas anak-anak di Banda Aceh nggak kalah dengan anak-anak di kota-kota besar di Indonesia.

Kegiatan ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kreativitas anak PAUD namun juga dituukan untuk memberikan informasi tentang makanan bergizi dan bahaya penggunaan zat aditif di dalam makanan bagi kesehatan anak. Untuk itu, di sela-sela kegiatan panitia mendampuk Ibu Kadis Kesehatan Kota Banda Aceh untuk menyampaikan pesan-pesan dan mengajak ratusan ibu-ibu yang hadir pada kegiatan tersebut berdiri dan mengucapkan janji untuk senantiasa menjaga asupan nutrisi anak.

Alhamdulillah, kerja keras selama satu bulan bersama guru-guru PAUD Jasa Gure, Rekan di PLBLS dan Mercy Corps dalam mempersiapkan kegiatan ini akhirnya terbayarkan dengan wajah ceria para peserta kegiatan. Saya berharap tahun depan kegiatannya bisa lebih kreatif dan lebih baik lagi, semoga. (mr)

Previous Home